Pantang Sampai Dorong Motor, Ciri-ciri dan Gejala V-Belt Matic Wajib Diganti

Kenali tanda-tanda vanbelt motor matic akan putus.

Banyak yang enggak sadar dengan ciri-ciri dan gejala v-belt matic yang sudah wajib diganti.

Padahal, usia pakai pakai v-belt matic sekitar 15.000-25.000 kilometer.

Jika lewat atau sering diabaikan, konsekuensinya sabuk penghubung puli primer dan sekunder di CVT rawan putus.

Kebayang kan kalau terjadi di tengah jalan?

Namun komponen inti CVT ini enggak serta-merta putus tanpa ada gejala.

Cuma sebelum putus, biasanya v-belt akan memberi tanda dalam bentuk suara selain fisik, sehingga pemilik skubek lebih waspada sebelumnya alami kendala di jalan.

“Hal ini kadang tidak pernah dipikirkan pemilik kendaraan jenis ini. Padahal kita bisa deteksi lebih awal dengan cara membaca ciri-cirinya,” buka Yoyok Wahyudi, mekanik Duta Motorsport (DMS).

Ciri-cirinya bila usia pakai berlebihan, ada beberapa hal menjadi penyebab putusnya v-belt.

Semuanya bisa dideteksi kalau pemilik skubek merasa peduli pada motor dan dirinya.

Nah, bagian yang perlu dicermati diantaranya lihat bagian dalam atau bagian bergigi dari v-belt.

Tanda-tanda mau putus biasanya banyak yang retak-retak pada saat v-belt ditekuk keluar.

Selain itu samping belt sudutnya terlihat lebih ramping, atau tajam ketimbang belt standar jika diukur pakai alat khusus ceker belt.

ika sudah aus dan mulur, akan timbul suara berisik di rumah CVT.

“Pengaruhnya, akselerasi awal biasanya jadi selip. Padahal gas diputar lebih dari 1/2 putaran, tapi tenaga tidak sesuai putaran mesin,” beber pria yang bermarkas di Jl. Mayor Mudmuin Hasibuan No.60, Bekasi, Jawa Barat.

Selain tanda fisik dan suara, perjalanan panjang seharian juga memungkinkan v-belt cepat cepat putus.

Misalnya, sekali jalan ratusan kilometer tanpa istirahat, meskipun baru 10.000 km v-belt bisa saja putus.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *